ALT/TEXT GAMBAR



BASEL – Sebuah promosi yang dilakukan salah satu toko pakaian di Swiss mengundang kecaman dari kaum feminis di Swiss. Mereka meminta para perempuan untuk berlarian di pusat kota Basel, hanya menggunakan pakaian dalam demi voucher itu.

Perempuan-perempuan ini rela berlari sejauh 375 meter hanya untuk memenangkan voucher sebesar 350 poundsterling atau sekira Rp5,2 juta (Rp15.066 per poundsterling). Petugas Keamanan di Swiss, Leila Straumann mengatakan bahwa aksi ini sangat tidak bisa dipercaya dan ini seperti lelucon.

"Saya pikir itu adalah lelucon. Saya tidak bisa percaya bahwa sebuah toko pakaian akan mengatur peristiwa semacam itu,” kata Straumann, seperti dikutip Orange, Rabu (8/5/2013).

Salah satu pejabat daerah di Basel, Sarah Wyss mengutuk aksi ini. "Aksi ini adalah primitif dan sangat seksis,” ujar Wyss.

"Aksi ini sangat terkutuk dan sama sekali tidak ada alasan untuk membuat aksi semacam ini. Tindakan itu menunjukkan bahwa perempuan akan melakukan apa pun untuk sebuah voucher pakaian," ungkap Wyss.

Pihak toko pakaian schild memberikan pembelaannya atas banyak kecaman dari kaum feminis tersebut.

Manajemen Schild, Reto Braegger, mengatakan bahwa aksi ini hanya sebagai promosi produk baru yang dikeluarkan oleh toko Hallhuber, cabang dari perusahaan Schild.

"Kami tidak berpikir untuk menghina perempuan. Kami menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan bagaimana kita harus mengiklankan toko Hallhuber,” ungkap Braegger.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top